Pelaksanaan Pelatihan Asesor Kompetensi Hari Pertama

Semarang, 30 Mei 2025 – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata MICE Pesona Indonesia (PMPI) resmi membuka Pelatihan Asesor Kompetensi (ASKOM) pada hari ini, Jumat, 30 Mei 2025, di Hotel Ca

Pelaksanaan Pelatihan Asesor Kompetensi Hari Pertama

Semarang, 30 Mei 2025 – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata MICE Pesona Indonesia (PMPI) resmi membuka Pelatihan Asesor Kompetensi (ASKOM) pada hari ini, Jumat, 30 Mei 2025, di Hotel Candi Indah Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, hingga 4 Juni 2025, dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang industri pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak asesor kompeten yang mampu melaksanakan penilaian standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) di sektor pariwisata.

Pembukaan dan Sambutan

Acara dibuka pukul 08.30 WIB dengan sambutan hangat dari perwakilan LSP PMPI. Dalam pidatonya, ketua panitia pelatihan menyampaikan pentingnya peran asesor dalam menjamin kualitas SDM pariwisata Indonesia. “Asesor kompetensi adalah garda terdepan dalam memastikan tenaga kerja pariwisata memenuhi standar nasional. Dengan pelatihan ini, kami berharap peserta dapat menguasai teknik penilaian yang objektif dan berkualitas,” ujarnya.

Selanjutnya, materi pertama disampaikan oleh narasumber berpengalaman yang memaparkan kebijakan dan regulasi sertifikasi kompetensi sesuai dengan aturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Peserta diajak memahami kerangka kerja LSP PMPI, skema sertifikasi, serta kode etik asesor.

Sesi Materi dan Diskusi Interaktif

Setelah coffee break, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan tentang Konsep Dasar Kompetensi dan Penilaian. Peserta diajak mendalami prinsip-prinsip penilaian, seperti valid, reliable, fair, dan fleksibel. Narasumber menekankan pentingnya menghindari bias dalam proses asesmen, terutama dalam industri pariwisata yang dinamis.

Sesi siang hari difokuskan pada teknik pengumpulan bukti kompetensi, termasuk metode observasi, wawancara, dan portofolio. Peserta terlihat antusias saat berdiskusi tentang studi kasus nyata dalam penilaian kompetensi pekerja di sektor MICE dan hospitality. Beberapa peserta yang sudah berpengalaman sebagai praktisi juga berbagi pengalaman, menambah kekayaan perspektif dalam pelatihan.

Praktik Simulasi Penilaian

Hari pertama pelatihan ditutup dengan sesi simulasi penilaian kompetensi. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mempraktikkan teknik asesmen berbasis evidence. Mereka saling memberikan umpan balik (feedback) dengan bimbingan fasilitator. Simulasi ini membantu peserta memahami kesalahan umum dalam penilaian dan cara memperbaikinya.

“Simulasi hari ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih paham bagaimana menilai secara objektif, bukan hanya berdasarkan pengalaman subjektif,” komentar salah satu peserta dari Jawa Tengah

List Comment

Form Comment

captcha